bible

TIGA KATEGORI PERTUMBUHAN KAUM BERIMAN DALAM HAYAT

Pembacaan Alkitab :1 Yoh. 2:12-14, 18.

Satu Yohanes 2:12-27 adalah satu bagian yang membicarakan Trinitas ilahi menurut pertumbuhan kaum beriman dalam hayat. Pengajaran pengurapan ilahi berhubungan dengan Trinitas ilahi, tetapi pengajaran ini adalah menurut pertumbuhan kita dalam hayat. Ini berarti semakin kita bertumbuh dalam hayat, kita akan semakin mengenal Trinitas. Saya ingin menekankan fakta bahwa Trinitas ilahi adalah susunan dasar seluruh wahyu dalam Alkitab. Jika Trinitas ilahi dihapus dari Kitab Suci, tidak akan ada realitas apa pun tentang wahyu ilahi dalam Kitab Suci.

Dalam Surat 1 Yohanes hanya disediakan 16 ayat untuk menggambarkan pengurapan yang majemuk, almuhit, dan misterius (2:12-27). Jika kita mempelajari ayat-ayat ini dengan cermat dan mendalaminya, kita akan nampak bahwa Trinitas ilahi ada di sini, dan Trinitas diungkapkan menurut pertumbuhan kaum beriman dalam hayat. Yohanes memberikan sepatah kata mengenai kebenaran yang dalam tentang Trinitas, tetapi cara Yohanes menulis berdasar pada pertumbuhan kaum beriman dalam hayat. Karena inilah, Yohanes menggolongkan kaum beriman yang ia anggap sebagai anak-anaknya dalam tiga kelompok : anak-anak, orang­orang muda, dan bapak-bapak.

Dalam ayat 12 Yohanes menyebut penerima-penerima surat ini sebagai “anak-anak”, tidak peduli berapa usia rohani mereka. Ini adalah satu sapaan umum dan tidak menunjuk kepada suatu kelas khusus dari kaum beriman. Di satu pihak, semua orang beriman adalah anak-anak Allah. Di pihak lain, dalam hidup gereja anak-anak Allah juga adalah anak-anak Yohanes. Kata “anak-anak” menyatakan hayat. Kadang-kadang orang tua akan memanggil anak laki­lakinya (son) yang dewasa sebagai anaknya (child). Contoh­nya, seorang laki-laki mungkin berumur 80 tahun dan anak­nya, 60 tahun. Namun, orang itu mungkin masih memanggil putranya (son) sebagai anaknya (child). Ini adalah satu tanda dari satu hubungan yang lembut, akrab. Ayat 12 berkata, “Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya.” Pengampunan dosa adalah unsur dasar dari Injil Allah (Luk. 24:47; Kis. 5:31; 10:43; 13:38). Melalui hal ini, kaum beriman yang menerima Kristus dilahirkan kembali dan menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12-13). Pengampunan dosa adalah faktor dasar bagi kita untuk menjadi anak-anak Allah.

Dalam ayat 13-14a Yohanes selanjutnya mengatakan. “Aku menulis kepada kamu, hai bapak-bapak, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada sejak semula. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat. Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karma kamu mengenal Bapa.” Sekarang kita nampak bahwa beberapa orang dari anak-anak Yohanes yang dibagi jadi 3 kategori adalah bapak-bapak, yang lain orang-orang muda, dan yang lain lagi anak-anak.

Kategori pertama adalah Bapak-bapak, mereka adalah kaum beriman yang matang dalam hayat ilahi, karena mereka “telah mengenal Dia yang ada sejak semula” (ayat 13a). Kata “telah mengenal” berbentuk kala purna, menyatakan bahwa keadaan yang dihasilkan sedang berlangsung terus. Pengenalan yang hidup seperti ini adalah buah dari pengalaman hayat. Telah mengenal “sejak semula” digunakan dalam pengertian yang mutlak. Dia yang ada sejak semula adalah Kristus yang kekal dan pra-ada, yaitu Firman hayat yang ada sejak semula (1 Yoh. 1:1; Yoh. 1:1). Mengenal Tuhan secara pengalaman ini memerlukan waktu bertahun-tahun seumur hidup. Inilah ciri-ciri mereka yang dapat disebut “bapak-bapak”.

Kategori kedua dari kaum beriman adalah orang-orang muda (ayat 13b). Orang-orang muda ini adalah kaum beriman yang bertumbuh dalam hayat ilahi. Satu ciri khas dari kaum beriman muda yang bertumbuh dan kuat adalah mereka mengalahkan si jahat, bukti yang kuat bahwa seorang beriman telah bertumbuh menjadi seorang muda. Ini dimungkinkan karena orang-orang muda dirawat, dikuatkan, dan ditunjang oleh firman Allah(ayat 14c-17).

Kategori ketiga dari kaum beriman yang disebutkan oleh Yohanes adalah anak-anak (ayat 14a). Mereka adalah kaum beriman yang baru menerima hayat ilahi. Bapa adalah sumber hayat ilahi yang dari-Nya kaum beriman sudah dilahirkan kembali (Yoh. 1:12-13). Mengenal Bapa adalah hasil paling awal dari kelahiran kembali (Yoh. 17:3, 6). Jadi, pengenalan anak-anak yang didapat melalui pengalaman atas hayat ilahi adalah syarat dasar dari anak­anak, yang merupakan kelompok paling muda dalam klasifikasi Yohanes. Perjanjian Baru mengatakan bahwa kita telah menerima Roh keputraan, yang di dalam-Nya kita berseru, “Abba, Bapa”.

Dalam ayat 14b Yohanes melanjutkan, “Aku menulis kepada kamu, hai bapak-bapak, karena kamu (telah) mengenal Dia, yang ada sejak semula. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah tinggal di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.” kata “menulis” di sini berarti dia mengulangi apa yang ditulisnya kepada mereka dalam ayat sebelumnya, untuk menguatkan dan mengembangkan apa yang dikatakannya. Mengenai orang-orang muda, dalam ayat 14c Yohanes tidak hanya mengatakan bahwa mereka telah mengalahkan si jahat, tetapi juga mengatakan bahwa mereka kuat dan firman Allah tinggal di dalam mereka. Perkataan ini diakhiri dengan “tinggal di dalam kamu”, menegaskan perkataan “kamu telah mengalahkan”, yang telah ditulis dalam ayat sebelumnya kepada orang-orang muda, mereka dikuatkan, dirawat, ditunjang, dan didorong.

Pesan Yohanes yang kedua kepada anak-anak ada dalam ayat 18, “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar bahwa antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Dari hal inilah kita mengetahui bahwa waktu ini benar-benar waktu yang terakhir”, “anak­anak” di sini mengacu kepada anak-anak dalam ayat 13, sebagai kelompok ketiga dari penerima surat ini.

Dalam 2:12-27 Yohanes menulis mengenai Trinitas ilahi menurut pertumbuhan kaum beriman dalam hayat. Pertama, dia menyapa semua orang beriman yang dosa-dosanya telah diampuni karena nama Tuhan sebagai anak-anaknya. Kemudian Yohanes berkata kepada bapak-bapak, kaum beriman yang matang dalam hayat ilahi. Melalui pengurapan ilahi, kaum beriman ini telah mengenal Dia yang ada sejak semula, yaitu Kristus yang kekal, yang ada sebelumnya, yang adalah Firman sejak semula. Orang-orang muda adalah kaum beriman yang bertumbuh dalam hayat ilahi. Melalui pengurapan ilahi, mereka telah mengalahkan si jahat. Tidak hanya demikian, mereka kuat dan firman Allah tinggal di dalam mereka. Ciri khas yang lain dari orang-orang muda ialah mereka tidak mengasihi dunia. Anak-anak adalah kaum beriman yang baru menerima hayat ilahi. Melalui pengurapan ilahi, mereka telah mengenal Bapa. Mereka juga telah mendengar bahwa antikristus sedang datang. Tetapi mereka mempunyai satu pengurapan dari Yang Kudus dan mereka mengetahui semuanya.

Bapak-bapak, orang-orang muda, anak-anak mempunyai tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda dalam hayat. Yohanes menggolongkan kaum beriman menurut usia rohani mereka. Ini menunjukkan dengan kuat bahwa ayat-ayat ini khususnya ditulis oleh Rasul Yohanes berdasarkan pertumbuhan dalam hayat.

Fakta bahwa tulisan Yohanes berdasar pada pertumbuhan kaum beriman dalam hayat seharusnya membuat kita menyadari bahwa jika kita ingin mengerti Trinitas, khususnya Trinitas ilahi yang dibahas dalam bagian ini, kita harus berada dalam proses pertumbuhan dalam hayat. Jika Allah Tritunggal seperti yang diwahyukan dalam bagian ini dilayankan kepada orang-orang yang menuntut, yang bertumbuh dalam hayat, mereka dapat mengerti apa yang dilayankan dan terbantu olehnya. Mereka sangat tanggap jika kita berbicara mengenai Roh pemberi-hayat yang majemuk dan almuhit, yang adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Akan tetapi, orang-orang Kristen yang tidak berada di garis hayat dan yang tidak bertumbuh dalam hayat mungkin bingung apa artinya istilah-istilah seperti almuhit, majemuk, pemberi-hayat, dan melalui proses. Puji Tuhan bahwa kita mempunyai Roh pemberi-hayat, yang majemuk dan almuhit, yang adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses, hidup, bergerak, dan bekerja di dalam kita! Ketika kita mendengar musik surgawi mengenai Allah Tritunggal yang ajaib ini, kita bergembira, dan kita sangat bersukacita di dalam Tuhan.

© 2016 Gereja Sidang Jemaat Kristus

SK Dirjen Bimas (Kristen) Protestan Departemen Agama RI No. 79/1987

Follow us: