morning1

“Bangunlah hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar!”

HARUS BANGUN PAGI-PAGI MENGHAMPIRI TUHAN

Pernah seorang saudari mengucapkan perkataan yang baik sekali: “Berapa besar kasih seseorang kepada Tuhan, pertama da­pat dilihat dari pilihannya atas tempat tidur atau Tuhan. Anda le­bih mengasihi tempat tidur, ataukah lebih mengasihi Tuhan? Orang yang lebih mengasihi tempat tidur akan tidur lebih lama lagi, jika lebih mengasihi Tuhan, ia akan bangun lebih pagi. Jadi, jika Anda lebih mengasihi Tuhan, Anda harus bangun lebih pagi.”

Mengapa orang Kristen harus bangun pagi-pagi? Karena pa­gi hari adalah waktu yang terbaik untuk berjumpa dengan Tuhan. Bagi orang yang sehat, bangun lebih pagi adalah lebih baik. Ka­rena pagi hari adalah waktu yang terbaik untuk berjumpa dengan Tuhan, bersekutu dan berkomunikasi dengan Tuhan. Manna harus diambil sebelum matahari terbit (Kel. 16:14-21). Kalau matahari su­dah terbit, manna itu akan mencair, sehingga kita tidak bisa ma­kan manna. Jika Anda ingin di hadapan Tuhan memperoleh ra­watan rohani, mendapat pembinaan rohani, mempunyai perse­kutuan yang indah, mendapatkan makanan rohani, Anda harus bangun pagi-pagi. Jika terlambat, tidak bisa mendapatkan manna. Pada pagi-pagi hari, Allah teristimewa akan membagi-bagikan makanan rohani, persekutuan yang kudus kepada anak-anakNya. Siapa terlambat mengambil, tidak akan memperolehnya.

Banyak anak Allah yang berada dalam keadaan sakit, bukan karena mereka mempunyai kesulitan rohani yang lain, melainkan karena mereka terlambat bangun pagi. Banyak anak Allah yang per­sembahannya baik, bergairah, juga sangat mengasihi Tuhan, na­mun karena mereka terlambat bangun pagi, mereka tidak bisa menampilkan penghidupan orang Kristen yang normal. Anda jangan mengira hal ini merupakan perkara sepele yang tidak ada sangkut pautnya dengan perkara rohani; sesungguhnya, hubungannya besar sekali. Banyak orang yang telah mengeluarkan waktu bertahun-tahun, namun masih tidak bisa menjadi orang Kristen yang baik, ini dikarenakan bangunnya terlalu lambat. Kita tidak pernah menemukan orang yang pandai berdoa bangunnya terlambat, kita juga tidak pernah mengenal orang yang mempunyai persekutuan yang intim dengan Tuhan bangunnya terlambat. Se­mua orang yang mengenal Allah selalu bangun pagi-pagi, datang ke hadirat Allah untuk bersekutu.

Amsal 26:14 mengatakan, “Seperti pintu berputar pada eng­selnya, demikian si pemalas di tempat tidumya.” Orang yang malas terus berputar pada tempat tidurnya, tidak meninggalkan tempat tidurnya. Ia berputar ke dalam, tidur di tempat tidurnya; berputar keluar, juga tidur di tempat tidurnya. Berputar ke sana ke mari se­lalu berada di tempat tidur. Banyak orang sayang terhadap tempat tidurnya. Balik ke dalam, tempat tidur itu yang ia sayangi; balik keluar, tempat tidur itu tetap menyenangkan. Ia senang tidur, ti­dak dapat meninggalkan tempat tidurnya. Tetapi kalau mau bel­ajar melayani Allah, mau belajar menjadi orang Kristen yang baik, tiap hari harus bangun lebih pagi, pada pagi- pagi hari harus su­dah bangun.

Siapa yang bangunnya pagi-pagi, dia akan mendapatkan banyak faedah rohani. Doa pada waktu biasa tidak dapat meme­nangkan doa pada pagi-pagi hari. Pembacaan Alkitab pada waktu biasa tidak bisa memenangkan pembacaan Alkitab pada pagi-pagi hari. Persekutuan dengan Tuhan pada waktu biasa, tidak bisa me­menangkan persekutuan dengan Tuhan pada waktu pagi-pagi hari. Pagi-pagi adalah waktu yang paling baik. Kita tidak seharus­nya menggunakan waktu yang paling baik untuk perkara-perkara yang lain. Kita harus menggunakan waktu yang paling baik dalam satu hari, yaitu pagi-pagi hari, digunakan di hadapan Tuhan. Banyak orang Kristen menggunakan waktu sepanjang hari untuk perkara­-perkara yang lain, sampai malam hari, sewaktu ia paling lelah, hampir naik tempat tidur, baru berlutut berdoa, membaca Alkitab. Tidak heran kalau pembacaan Alkitabnya tidak baik, berdoanya tidak baik, persekutuannya dengan Tuhan juga tidak baik, karena ia bangun terlalu lambat. Sebab itu begitu kita percaya Tuhan, ha­rus belajar pada pagi-pagi hari meluangkan waktu untuk ber­sekutu dengan Allah, berhubungan dengan Allah.

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2016 Gereja Sidang Jemaat Kristus

SK Dirjen Bimas (Kristen) Protestan Departemen Agama RI No. 79/1987

Follow us: