bible_psalm

bible

Apa yang Alkitab wahyukan kepada kita, di atas semuanya, adalah Allah Tritunggal. Melalui kebajikan dari Trinitas-Nya, Allah menciptakan manusia, menebus manusia yang jatuh, dan mendispensikan hayat-Nya ke dalam orang berdosa yang telah ditebus. Tujuan dari artikel ini adalah dengan penuh hormat membahas rahasia ajaib dari Allah Tritunggal di dalam pribadi dan pekerjaan-Nya; yaitu, bagaimana Allah itu tritunggal dan bagaimana Allah mencapai manusia dan bekerja di dalam manusia di dalam Trinitas-Nya. Harapan kita adalah agar pengetahuan dan kesadaran kita yang diperkaya akan Allah Tritunggal akan meningkatkan pengalaman pribadi kita akan Dia dan juga memotivasi kita untuk menuntut Dia bagi kemuliaan-Nya.

Hubungan antara Ketiga dalam Trinitas Ilahi

Tiga Allah atau Satu? Gambaran Singkat akan Allah Tritunggal

Di dalam bagian ini kita akan menggambarkan, di dalam ruang lingkup yang diizinkan Alkitab, hubungan tritunggal yang rahasia tak terbatas yang ada di antara Bapa, Putra dan Roh.

Alkitab mewahyukan dengan tegas dan berulang-ulang bahwa Allah adalah esa. Satu Korintus 8:4 berkata bahwa “Tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.” Allah sendiri berkata di dalam Yesaya 45:5, “Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah.” Namun di sepanjang Kitab Suci, Allah yang unik dan tunggal ini juga memperlihatkan kemajemukan-Nya sendiri. Dia berkata di dalam Kejadian 1:26, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.” Walaupun aspek jamak ini disinggung di dalam Perjanjian Lama, sampai Perjanjian Baru, barulah Allah secara tegas diwahyukan di dalam Trinitas-Nya. Pernyataan yang paling jelas terlihat di dalam Matius 28:19, di mana Tuhan Yesus memerintahkan ke sebelas murid untuk menjadikan semua bangsa sebagai murid dan membaptis mereka “dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Di satu aspek, penggunaan kata benda tunggal “nama” dalam ayat ini, dan bukan kata benda jamak “nama-nama,” menunjukkan bahwa yang Tiga itu adalah satu Allah yang unik yang ke dalamnya bangsa-bangsa yang dimuridkan itu dibaptis. Di aspek lain, penyebutan satu-per-satu secara spesifik dari ketiganya—Bapa, Putra, dan Roh—menekankan saling berbedanya Mereka.

Tidak diragukan, Bapa ilahi adalah Allah. Di dalam Efesus 1:17 Paulus berdoa kepada “Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu,“ yang adalah “satu Allah dan Bapa dari semua” (Ef. 4:6). Alkitab juga mewahyukan bahwa Putra adalah Allah. Mengenai Putra, Ibrani 1:8 berkata, “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya.” Pada mulanya, Firman, yang adalah Allah, menjadi daging di dalam manusia Yesus (Yoh. 1:1, 14). Sepanjang kehidupan insani-Nya, manusia Yesus adalah Allah sendiri yang dinyatakan di dalam rupa manusia (1 Tim. 3:15-16). Setelah kematian dan kebangkitan Kristus, Tomas menyembah Dia dengan mengaku, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yoh. 20:28). Sekarang, sebagai Kristus yang terangkat yang mengatasi semua, Dia adalah “Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya” (Rm. 9:5). Selain itu, Roh adalah Allah, seperti yang ditunjukkan di dalam Kisah Para Rasul 5:3-4, di mana Ananias diberi tahu bahwa dengan menipu Roh Kudus, ia berdusta kepada Allah. Namun Bapa, Putra, dan Roh, walaupun berbeda, bukanlah tiga Allah yang terpisah. Di dalam perkataan Kredo Athanasia,

“Bapa adalah Allah, Putra adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, dan walaupun demikian tidak ada tiga Allah tetapi satu Allah.”

Semua Tiga dari Trinitas adalah kekal. Bapa, Putra, dan Roh tidak ada di dalam tiga mode atau tahap yang sementara dan berurutan. Menurut Yesaya 9:5, Bapa adalah Bapa yang kekal. Selain itu, Putra, sebagai Melkisedek yang riil di dalam Ibrani 7:3, “harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan.” Dia adalah Imam Besar kita senantiasa. Dia selalu sama, dan tahun-tahun-Nya tidak berkesudahan (Ibr. 1:12). Terakhir, melalui Roh yang kekallah, Kristus mempersembahkan diri-Nya di atas salib dengan tanpa cacat kepada Allah (Ibr. 9:14).

Bahwa Tiga dari Keallahan itu kekal menyiratkan bahwa Mereka bersama-sama ada dari kekekalan yang lampau sampai kekekalan yang akan datang. Banyak ayat yang memperlihatkan bersama-sama ada di antara Tiga dari Allah Tritunggal. Di dalam salah satu penggambaran paling jelas, catatan Matius tentang baptisan Kristus, sewaktu Yesus sang Putra keluar dari air, Roh Allah turun ke atas Dia sebagai seekor burung merpati dan Bapa bersaksi dari surga tentang Putra-Nya yang terkasih (3:16-17). Pemandangan ini dengan jelas menggambarkan keberadaan secara bersama-sama dari Bapa, Putra, dan Roh. Selain itu, di dalam Yohanes 14:16-17 Putra berjanji untuk meminta kepada Bapa untuk mengutus Roh kebenaran sebagai Penghibur yang lain; Bapa menjawab doa Putra dengan mengutus Roh (Yoh. 14:26).

Walaupun Tiga ini berbeda di dalam di dalam bersama-sama ada mereka secara kekal, tidak berarti Mereka adalah tiga Allah yang terpisah. Sebaliknya, Mereka saling menghuni dan tidak terpisahkan; yaitu; Mereka tinggal di dalam satu sama lain.

Di sepanjang Injil, Tuhan Yesus mengambil banyak kesempatan untuk mewahyukan kepada murid-murid hubungan saling-huni-Nya yang misterius dengan Bapa. Sebagai contoh, di dalam Yohanes 14:11, Tuhan menjawab keinginan Filipus untuk melihat Bapa dengan meyakinkan dia akan keesaan intrinsik Mereka: “Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku.” Karena itu sang Putra, sementara secara fisik berada di atas bumi, secara mistikal tinggal di dalam Bapa dan Bapa di dalam Putra. Selain itu, Tuhan berkata di dalam Yohanes 6:46, “Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.” Kata depan Yunani para, yang diterjemahkan “dari” dalam ayat ini, secara hurufiah berarti “dari dengan.” Karena itu, Putra datang dari Bapa adalah secara bersamaan datan dengan Bapa. Tuhan bersaksi akan ketidak terpisahan yang intim ini: “Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri” (Yoh. 8:29).

Yohanes 14 juga mempersaksikan keadaan saling menghuni yang tak terpisahkan yang sama di antara Putra dan Roh. Di dalam ayat 16 dan 17, Putra meminta kepada Bapa untuk mengirim Roh kebenaran untuk menyertai dan diam di dalam murid-murid. Namun dalam ayat 18, Putra berjanji bahwa Dia sendiri adalah Yang akan datang kepada murid-murid. Karena itu kedatangan Roh kepada murid-murid setelah kebangkitan Kristus sebenarnya adalah kedatangan Putra. Ini ditegaskan di dalam ayat 26 ketika Roh yang diutus oleh Bapa datang di dalam nama Putra. Karena nama Putra sama dengan pribadi-Nya, kedatangan Roh Kudus di dalam nama Putra sama dengan kedatangan putra. Karena itu, ketika Roh Kudus datang, Putra datang.

Injil Yohanes juga sama memperlihatkan bahwa Bapa tidak terpisah dari Roh. Di dalam 15:26, Roh kebenaran yang sama, yang berasal dari Bapa, diutus kepada kaum beriman oleh Putra dari Bapa. Sekali lagi, adanya kata depan “dari” dalam ayat ini berasal dari kata Yunani para, yang secara hurufiah adalah “dari dengan.” Jadi Roh yang diutus kepada kita dari Bapa dan datang dari Bapa juga diutus dengan Bapa dan datang dengan Bapa.

Dengan menjajarkan Yohanes 14:26 dan 15:26, terlihat bahwa Roh diutus oleh Putra dan Bapa juga; selain itu, Roh yang diutus dari Bapa datang tidak hanya di dalam nama Putra tetapi juga bersama dengan Bapa. Ayat-ayat ini memperlihatkan tidak dapat dipisahkannya Tiga dari Allah Tritunggal.

Manusia tidak dapat tahan mengagumi keesaan yang misterius dari Bapa, Putra, dan Roh, terutama seperti yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus di dalam kehidupan insani-Nya. Namun Tuhan berdoa tidak lama sebelum penyaliban-Nya, “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yoh. 17:21). Doa ini dengan jelas menyampaikan hasrat Allah Tritunggal agar manusia berbagian dan masuk ke dalam keesaan saling menghuni dari Trinitas Ilahi. Melalui kematian dan kebangkitan Kristus, Allah Tritunggal sekarang tinggal di dalam kaum beriman-Nya (Ef. 4:6) untuk menjadi keesaan mereka dengan Dia dan dengan satu sama lain (Yoh. 14:20; 17:21).

Pada akhirnya, Allah damba agar semua kaum beriman-Nya terbangun menjadi satu Tubuh Kristus sebagai rumah Allah untuk mengekspresikan keesaan dari Allah Tritunggal.

© 2016 Gereja Sidang Jemaat Kristus

SK Dirjen Bimas (Kristen) Protestan Departemen Agama RI No. 79/1987

Follow us: